Minggu, 31 Mei 2020

INI HANYA SEBUAH PEMISALAN


"Siapa yang menciptakan Allah?"...
Seorang Atheis yg memasuki masjid, dia
mengajukan 3 pertanyaan yg hanya boleh
dijawab dgn akal. Artinya tidak boleh
dijawab dengan dalil, karena dalil itu hanya
dipercaya oleh pengikutnya, jika
menggunakan dalil (naqli) maka justru
diskusi ini tidak akan menghasilkan apa².
Pertanyaan Atheis itu adalah:
1. Siapa yg menciptakan Allah? Bukankah
semua yg ada di dunia ada karna ada
penciptanya? Bagaimana mungkin Allah ada
jika tdk ada penciptanya?
2. Bagaimana caranya manusia bisa makan
dan minum tanpa buang air? Bukankah itu
janji Allah di syurga?
Jgn pakai dalil, tapi pakai akal
3. Ini pertanyaan ketiga, kalau iblis itu
terbuat dari Api, lalu bagaimana bisa Allah
menyiksanya di dalam neraka? Bukankah
neraka jg dari api?
Tidak ada satupun jamaah yg bisa
menjawab, kecuali seorang pemuda.
Pemuda itu menjawab satu per satu
pertanyaan sang atheis:
1. Apakah engkau tau, dari angka
berapakah angka 1 itu berasal?
Sebagaimana angka 2 adalah 1+1 atau 4
adlh 2+2? Atheis itu diam membisu. "Jika
kamu tau bahwa 1 itu adalah bilangan
tunggal. Dia bisa mencipta angka lain, tapi
dia tidak tercipta dari angka apapun, lalu
apa kesulitanmu memahami bahwa Allah itu
Zat Maha Tunggal yg Maha mencipta tapi
tidak bisa diciptakan?"
2. Saya ingin bertanya kepadamu, apakah
kita ketika dalam perut ibu kita semua
makan Apakah kita jg minum? Kalau
memang kita makan dan minum, lalu
bagaimana kita buang air ketika dalam
perut ibu kita dulu? Jika anda dulu percaya
bahwa kita dulu makan dan minum diperut
ibu kita dan kita tidak buang air didalamnya,
lalu apa kesulitanmu mempercayai bahwa di
Syurga kita akan makan dan minum juga
tanpa buang air?
3. Pemuda itu menampar sang Atheis
dengan keras. Sampai sang atheis marah
dan kesakitan. Sambil memegang pipinya,
sang atheis pun marah² kpd pemuda itu,
tapi pemuda itu menjwb:
"Tanganku ini terlapisi kulit, tanganku ini
terbuat dari tanah, dan pipi anda juga
terbuat dari kulit dari tanah juga, lalu jika
keduanya dari kulit dan tanah, bagaimana
anda bisa kesakitan ketika saya tampar?
Bukankah keduanya jg tercipta dari bahan
yg sama.
Wallahu'alam
#Subhanallah_AllahuAkbar

Kamis, 14 Mei 2020

KENAPA DOA DIKATAKAN ADALAH INTI IBADAH

Sesuai dalam terjemahan surah Al - Mukmin ayat ke - 60, Allah SWT berfirman : “Berdoalah kepada-KU pasti KUperkenankan doamu, sesungguhnya orang - orang yang menyombongkan diri dari beribadah kepada-KU, mereka akan masuk ke neraka jahannam dalam keadaan hina dina”, kita dapat menyimpulkan bahwa doa merupakan amal yang paling dicintai oleh Allah. Sedangkan doa seringkali dilakukan pada saat beribadah. Di saat beribadah dan diakhiri dengan doa, seseorang akan meyakini bahwa tiada sebaik - baik kekuatan yang melindunginya selain kekuatan Allah sehingga doa menjadi perisai sekaligus senjata bagi kaum mukminin, yang bentengnya adalah doa dan senjatanya tangisan.
Doa juga menjadi wasilah untuk mengungkapkan rasa sedih dan duka, perasaan yang paling mendalam dan perjalanan batin, di waktu sekarang dan mendatang. Dan dalam kondisi dan keadaan seperti itulah wujud ibadah paling nampak dan paling sempurna.

Kamis, 07 Mei 2020

Islam adalah Agama satu-satunya yg Benar

Satu-satunya agama yang benar, diridhai dan diterima oleh Allah Azza wa Jalla adalah Islam. Adapun agama-agama lain, selain Islam, tidak akan diterima oleh Allah Azza wa Jalla. Agama selain Islam, yaitu Nasrani, Yahudi, Kong Hu Chu, Hindu, Budha, Sinto dan yang selainnya, tidak akan diterima oleh Allah Azza wa Jalla, karena agama-agama tersebut telah mengalami penyimpangan yang fatal dan telah dicampuri dengan tangan-tangan kotor manusia. Setelah diutusnya Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka orang Yahudi, Nasrani dan yang lainnya wajib masuk ke dalam agama Islam, mengikuti Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Allah Azza wa Jalla berfirman:

إِنَّ الدِّينَ عِندَ اللَّهِ الْإِسْلَامُ ۗ وَمَا اخْتَلَفَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ إِلَّا مِن بَعْدِ مَا جَاءَهُمُ الْعِلْمُ بَغْيًا بَيْنَهُمْ ۗ وَمَن يَكْفُرْ بِآيَاتِ اللَّهِ فَإِنَّ اللَّهَ سَرِيعُ الْحِسَابِ

“Sesungguhnya agama di sisi Allah ialah Islam. Tidaklah berselisih orang-orang yang telah diberi Al-Kitab, kecuali setelah mereka memperoleh ilmu, karena kedengkian di antara mereka. Barangsiapa yang ingkar terhadap ayat-ayat Allah, maka sesungguhnya Allah sangat cepat perhitungan-Nya.” [Ali ‘Imran: 19]

Allah Azza wa Jalla berfirman:

أَفَغَيْرَ دِينِ اللَّهِ يَبْغُونَ وَلَهُ أَسْلَمَ مَن فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ طَوْعًا وَكَرْهًا وَإِلَيْهِ يُرْجَعُونَ

“Maka mengapa mereka mencari agama yang lain selain agama Allah, padahal apa yang ada dilangit dan di bumi berserah diri kepada-Nya, (baik) dengan suka maupun terpaksa dan hanya kepada-Nya-lah mereka dikembalikan ?” [Ali ‘Imran: 83]

Allah Azza wa Jalla juga berfirman:

وَمَن يَبْتَغِ غَيْرَ الْإِسْلَامِ دِينًا فَلَن يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الْآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ

“Dan barangsiapa mencari agama selain agama Islam, dia tidak akan diterima, dan di akhirat dia termasuk orang-orang yang rugi.” [Ali ‘Imran: 85]

Sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:

َاْلإِسْلاَمُ يَعْلُوْ وَلاَ يُعْلَى.

“Islam itu tinggi dan tidak ada yang mengalahkan ketinggiannya.” [2]

Pada zaman Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, Allah Azza wa Jalla telah menjelaskan dalam Al-Qur-an bahwa Yahudi dan Nasrani selalu berusaha untuk menyesatkan kaum Muslimin dan mengembalikan mereka kepada kekafiran, mengajak kaum Muslimin ke-pada agama Yahudi dan Nasrani. Allah Azza wa Jalla berfirman:

وَدَّ كَثِيرٌ مِّنْ أَهْلِ الْكِتَابِ لَوْ يَرُدُّونَكُم مِّن بَعْدِ إِيمَانِكُمْ كُفَّارًا حَسَدًا مِّنْ عِندِ أَنفُسِهِم مِّن بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمُ الْحَقُّ ۖ فَاعْفُوا وَاصْفَحُوا حَتَّىٰ يَأْتِيَ اللَّهُ بِأَمْرِهِ ۗ إِنَّ اللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

“Banyak di antara ahli Kitab menginginkan sekiranya mereka dapat mengembalikan kamu setelah kamu beriman menjadi kafir kembali, karena rasa dengki dari dalam diri mereka, setelah kebenaran jelas bagi mereka. Maka maafkanlah dan berlapang dadalah, sampai Allah memberikan perintah-Nya. Sesungguhnya Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.” [Al-Baqarah: 109]

Allah Azza wa Jalla berfirman:

وَلَن تَرْضَىٰ عَنكَ الْيَهُودُ وَلَا النَّصَارَىٰ حَتَّىٰ تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ ۗ قُلْ إِنَّ هُدَى اللَّهِ هُوَ الْهُدَىٰ ۗ وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ أَهْوَاءَهُم بَعْدَ الَّذِي جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ ۙ مَا لَكَ مِنَ اللَّهِ مِن وَلِيٍّ وَلَا نَصِيرٍ

“Dan orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan ridha kepada kamu (Muhammad) sebelum engkau mengikuti agama mereka. Katakanlah, ‘Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang sebenarnya).’ Dan jika engkau mengikuti keinginan mereka setelah ilmu (kebenaran) sampai kepadamu, maka tidak akan ada bagimu Pelindung dan Penolong dari Allah.” [Al-Baqarah: 120]

Allah Azza wa Jalla berfirman:

قُلْ يَا أَهْلَ الْكِتَابِ لِمَ تَكْفُرُونَ بِآيَاتِ اللَّهِ وَاللَّهُ شَهِيدٌ عَلَىٰ مَا تَعْمَلُونَ قُلْ يَا أَهْلَ الْكِتَابِ لِمَ تَصُدُّونَ عَن سَبِيلِ اللَّهِ مَنْ آمَنَ تَبْغُونَهَا عِوَجًا وَأَنتُمْ شُهَدَاءُ ۗ وَمَا اللَّهُ بِغَافِلٍ عَمَّا تَعْمَلُونَ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِن تُطِيعُوا فَرِيقًا مِّنَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ يَرُدُّ

Minggu, 03 Mei 2020

Kenapa harus punya situs pribadi

Terakhir, dengan rajin menulis di website kamu akan menjadi orang yang lebih produktif nih, geng! Sebagai bonusnya, daya imajinasi dan kreativitasmu akan berkembang.

Jadi, kenapa harus menunda-nunda lagi untuk punya website sendiri secara gratis?